Lima pilar strategis nasional dalam rangka penurun stunting di desa
Lima pilar strategis nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting di desa merujuk pada kebijakan nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Pilar-pilar ini menjadi kerangka utama yang harus diimplementasikan sampai ke tingkat desa.
Berikut penjabaran 5 pilar tersebut beserta konteks penerapannya di desa:
1. Komitmen dan Visi Kepemimpinan
Pilar ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dari pusat hingga desa.
Di desa:
Kepala desa menjadi penggerak utama program penurunan stunting.
Stunting dimasukkan dalam visi-misi dan prioritas pembangunan desa (RPJMDes & RKPDes).
Komitmen dituangkan dalam kebijakan dan penganggaran (APBDes).
2. Kampanye Nasional dan Perubahan Perilaku
Berfokus pada edukasi masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Di desa:
Sosialisasi gizi seimbang, pola asuh anak, dan sanitasi.
Optimalisasi peran kader Posyandu, PKK, dan tenaga kesehatan.
Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
3. Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program
Mengintegrasikan berbagai program lintas sektor agar tepat sasaran.
Di desa:
Sinkronisasi program kesehatan, sanitasi, air bersih, dan perlindungan sosial.
Pelaksanaan rembuk stunting desa sebagai forum koordinasi.
Penetapan keluarga sasaran prioritas.
4. Ketahanan Pangan dan Gizi
Menjamin ketersediaan dan akses terhadap pangan bergizi.
Di desa:
Pemanfaatan lahan pekarangan (TOGA, kebun gizi).
Penguatan BUMDes dalam penyediaan pangan lokal.
Diversifikasi konsumsi pangan berbasis lokal
5. Monitoring, Evaluasi, dan Sistem Data
Menguatkan sistem data untuk memastikan intervensi tepat sasaran.
Di desa:
Pendataan keluarga berisiko stunting (by name by address).
Pemanfaatan aplikasi seperti e-PPGBM.
Monitoring rutin melalui Posyandu dan pelaporan desa.
Intisari
Kelima pilar ini menekankan bahwa penurunan stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi kerja terpadu antara pemerintah desa, masyarakat, dan lintas sektor dengan fokus pada pencegahan sejak dini, intervensi terintegrasi, dan kepemimpinan desa yang kuat.

No comments:
Post a Comment